Tampilkan postingan dengan label Sarolangun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarolangun. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 September 2016
BUKIT TEMBULUN DAN BUKIT BULAN
Wisata kito kali ini adalah
Nama : Bukit Tembulun & Bukit Bulan
Lokasi: Bukit tembulun. Kec limun, kabupaten Sarolangun
Provinsi : Jambi
Negara : Indonesia
Repost from : @bayuputra_maryadi
___________________________________________________________
Ternyata pesona kabupaten Sarolangun pun masih banyak yang belum di ketahui dari keindahannya yang tersembunyi. Adalah sebuah bukit dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Bak ibarat berada di lokasi Tebing Keraton di Bandung, sensasi ala-ala ini pun bisa anda rasakan disini. Di pagi hari cuacanya yang sejuk di tambah pula bila berkabut dan diterpa sinar matahari pagi akan menambah ke eksotikan indahnya pemandangan dari dua sisi bukit ini.
Di Bukit Bulan dapat terlihat hamparan pedesaan. Di wilayah kecamatan limun ini terdapat 7 Desa diantaranya Desa Lubuk Bedorong, Temalang, Berkun, Mersip, Napal Lintang, Renah Alai dan Desa Meribung.
Kawasan ini di penuhi dengan berbagai perbukitan indah yang membentuk Karst.Kawasan karst yang sangat mengagumkan di pedalaman pulau Sumatera, Indonesia, yaitu di kawasan karst Bukit Bulan, Kabupaten Sarolangun.
Kawasan bukit yang terdiri dari beberapa bukit karst yaitu Bukit Bulan, Bukit Petak, Bukit Gedong, Bukit Tengah dan Bukit Mentang yang sangat mengagumkan dengan flowstone, goa sepanjang 1,5 km yang menghubungkan dusun Dalam dan dusun Duri, sungai bawah tanah, yang merupakan hulu sungai Batanghari, dikelilingi hutan lindung rain forest dengan aneka satwa langka dan tumbuhan langka. Nah bagi anda yang berada di sekitar kabupaten Sarolangun maupun daerah lainnya, tertarik untuk mengunjungi tempat indah ini bukan?
#pesonaindonesia
#pesonajambi
#pesonajambisarolangun
#bukittembulun
#bukitbulan
Rabu, 10 Agustus 2016
KUNJUNGAN PRESIDEN KE PEMUKIMAN SUKU ANAK DALAM
Wisata kito kali ini adalah
Nama : Kunjungan Presiden ke Pemukiman Suku Anak Dalam
Lokasi: Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun
Provinsi : Jambi
Negara : Indonesia
Repost from : LawanLUPA
Source : YouTube/ Jokowi, Presiden NKRI Pertama yang Kunjungi Suku Anak Dalam di Jambi
___________________________________________________________
Bencana akibat kebakaran hutan dan lahan ini tempo lalu menjadi perhatian Presiden Jokowi.Untuk mengetahui penanganan dampak kabut asap bagi Suku Anak Dalam, Jokowi dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan bertolak ke Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi menggunakan helikopter TNI AU pada Jumat 30 Oktober 2015.
Jokowi tergerak mengunjungi suku pedalaman itu, setelah mendengar kesulitan tempat tinggal dan makanan yang dialami Suku Anak Dalam.Tak mengherankan, bila kemudian Jokowi disebut sebagai presiden pertama yang mengunjungi Suku Anak Dalam, sepanjang sejarah kepemimpinan di Tanah Air.
Suku Anak Dalam adalah suku yang tinggalnya berpindah-pindah atau melangun, sehingga Jokowi menawarkan kepada mereka yang tinggal di tenda-tenda di kebun sawit ini untuk tinggal di rumah. Mereka bersedia, tapi dengan syarat rumah mereka memiliki jarak cukup jauh dari permukiman warga dan memiliki lahan pertanian.
Usai menemui Suku Anak Dalam di titik pertama, pada sore harinya Jokowi kembali menemui kelompok Suku Anak Dalam lain dan memberikan bantuan. Walau masih satu desa, lokasi dari titik pertama ke tempat kedua tak terlalu jauh, sekitar 500 meter. Di tempat kedua Jokowi memberi bantuan sembako.
#pesonaindonesia
#pesonajambi
#pesonajambisarolangun
#sukuanakdalam
EXPLORE SAROLANGUN
Wisata kito kali ini adalah
Nama : Explore Sarolangun
Lokasi : Jambi
Provinsi : Jambi
Negara : Indonesia
Repost from : Yofi Safutra
Source/ title: YouTube/ Explore Sarolangun | Djiphantom3|GoProHero4Black
___________________________________________________________
Kabupaten Sarolangun adalah salah satu kabupaten di provinsi Jambi, Indonesia. Luas wilayahnya 6.174 km² dengan populasi 246.245 jiwa (Sensus Penduduk 2010). Kabupaten ini beribukota di Sarolangun. Sarolangun resmi berdiri pada tanggal 10 Oktober 1999 yang berdasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 1999 tentang pembentukan kabupaten Sarolangun, kabupaten Tebo, kabupaten Muaro Jambi, dan kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Potensi Pariwisata Kabupaten Sarolangun juga memiliki objek wisata yang umumnya adalah objek wisata alam, selain itu juga wisata ziarah, wisata minat khusus, wisata budaya dan wisata sejarah. Sebagian kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun terdapat objek wisata yang menunggu pembenahan.
Potensi pariwisata Kabupaten Sarolangun sangat beragam dan menjanjikan, mulai dari wisata alam hingga wisata budaya dan sejarah. Potensi wisata ini tersebar di berbagai kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun. Saat ini, Kabupaten Sarolangun telah mempunyai 7 site plan objek wisata, yaitu : 1. Danau Biaro Desa Lidung 2. Goa Calo Petak Desa Bukit Bulan 3. Dam Kutur Kecamatan Limun 4. Taman Nasional Bukit Dua Belas 5. Terbang Layang Bukit Rayo Kecamatan Batang Asai 6. Arung Jeram Sungai Batang Asai 7. Air Panas Paku Aji Desa Pematang Kabau Dari ketujuh site plan objek wisata di atas, baru 4 diantaranya yang dikembangkan. Disamping itu juga telah dilaksanakan beberapa even wisata daerah, diantaranya Jelajah Goa, Semalam Bersama Suku Anak Dalam, Lomba Perahu Tradisional, Lomba Rakit Tradisional dan Lomba Arung Jeram.
#pesonaindonesia
#pesonajambi
#pesonajambisarolangun
Selasa, 09 Agustus 2016
TARI SEKAPUR SIRIH
Wisata kito kali ini adalah
Nama : Tari Sekapur Sirih
Lokasi : Jambi
Provinsi : Jambi
Negara : Indonesia
Repost from : Cah Ndeso
Source/ title: YouTube/ Tari Sekapur Sirih & Sejarah
Performance by : @sendajambi
___________________________________________________________
Tari Sekapur Sirih adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Jambi. Tarian ini termasuk jenis tarian penyambutan yang biasanya ditarikan oleh para penari wanita. Dengan berpakaian adat serta diiringi oleh alunan musik pengiring, mereka menari dengan gerakannya yang lemah lembut dan membawakan cerano sebagai tanda persembahan. Tari Sekapur Sirih merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Jambi dan biasanya ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu terhormat yang berkunjung ke sana.
Menurut sejarahnya, Tari Sekapur Sirih pertama kali diciptakan oleh salah satu seniman yang cukup terkenal di Jambi, bernama Firdaus Chatap. Kemudian tarian ini diperkenalkan kepada masyarakat luas tahun 1962. Karena pada saat itu masih merupakan gerakan dasar, beberapa seniman mulai mengembangkan tarian ini. Dengan mengkolaborasikan dengan iringan musik dan lagu, sehingga membuatnya semakin menarik dan semakin populer dikalangan masyarakat.
Tari Sekapur Sirih ini difungsikan sebagai tarian selamat datang untuk menyambut para tamu terhormat yang datang ke sana. Tarian ini dimaknai sebagai sikap keterbukaan masyarakat dalam menyambut para tamu yang datang ke sana. Selain itu, Tari Sekapur Sirih juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut para tamu tersebut.
Tari Sekapur Sirih umumnya ditampilkan oleh para penari wanita, namun ada juga yang menambahkan penari pria sebagai penari pendukung. Untuk jumlah penari pada biasanya terdiri dari 9 penari wanita dan 3 penari pria. Para penari pria ini biasanya berperan sebagai pengawal dan pembawa payung. Sedangkan penari wanita berperan sebagai penari utamanya.
#pesonaindonesia
#pesonajambi
#tarisekapursirih
Source link: m.youtube.com/watch?feature=youtu.be&v=M_AqMrO3Tbs
GULAI TERJUN
Wisata kali ini adalah
Nama : Kuliner Gulai Terjun
Lokasi : Kota Jambi & Sarolangun
Provinsi : Jambi
Negara : Indonesia
Repost from : Trans TV official
Source/title: YouTube/IKON KULINER NUSANTARA - Gulai Terjun Masakan NIkmat Khas Jambi (01/03/16)
____________________________________________________________
MESKI menjadi masakan khas Kabupaten Sarolangun, gulai terjun tidak serta merta mudah dijumpai setiap harinya. Di tengah gempuran kuliner modern, perlahan-lahan gulai terjun hanya muncul saat momen tertentu saja, semisal hajatan perkawinan atau khitanan. Padahal melihat cita rasa serta olahannya yang unik, terlalu sayang bila menu ini hanya ‘disembunyikan’. BICARA soal gulai terjun, maka dua hal yang akan mengekor setelahnya adalah cara pengolahan yang unik serta kuah santan yang kaya rempah.
Mencicipi Gulai Terjun, rasanya ternyata mengejutkan. Santan khas rempah yang menenggelamkan potongan ayam kampung di dalamnya terasa segar sekaligus pedas. Begitu juga dengan tekstur daging ayamnya yang masih berkarakter sedikit alot, namun mudah dikunyah. Ternyata kata terjun yang disandangkan untuk gulai ini berasal dari cara masaknya yang langsung menerjunkan bumbu secara serentak. Mmm, unik juga!
Jadi bumbu-bumbu diulek (dihaluskan) terlebih dulu, kemudian diadonkan dengan ayam yang masih kondisi mentah. Sembari itu, santan dimasak. Kalau sudah mendidih, barulah ayam dan bumbu tadi diterjunkan bersama-sama ke dalam santan. Itulah kenapa masakan ini disebut gulai terjun.
#pesonaindonesia
#pesonajambi
#pesonajambisarolangun
#batikjambi
Source: m.youtube.com/watch?list=PLbQhdf3Th1jtLpVusWTANs6FlhTJYtCBF&v=VrJhOfL1cXs
MENGENAL BATIK JAMBI
Wisata kali ini adalah
Nama : Mengenal Batik Jambi
Lokasi : Jambi
Provinsi : Jambi
Negara : Indonesia
Repost from : Borju Street
Source/title: YouTube/Pesona Batik Jambi
____________________________________________________________
Seperti halnya daerah lain di Indonesia yang memiliki kain khas, kota Jambi juga mempunyai kekayaan tekstil yang begitu indah berupa kain Batik Jambi. Tak bisa dipastikan kapan tepatnya Batik Jambi ditemukan. Pada masa Kesultanan Melayu Jambi, Batik Jambi sudah dibuat dengan motif khas fauna dan flora untuk keperluan keluarga dan lingkungan Kesultanan. Saat itu, perdagangan dan produksi Batik Jambi masih terbatas. Batik Jambi merupakan hasil kerajinan yang tidak dapat dimiliki sembarang orang dan hanya dimiliki masyarakat yang mempunyai tingkat kehidupan sosial tinggi, misalnya kerabat kesultanan atau kaum bangsawan.
Dengan berakhirnya Pemerintahan Kesultanan Jambi, produksi Batik Jambi menurun secara drastis.
Pembinaan dan pengembangan Batik Jambi dilakukan kembali secara insentif dan massal pada pembangunan Orba (Orde Baru). Tahun 1980-an, Batik Jambi masih banyak menggunakan warna khas Jambi, namun tahun 1990-an yang digunakan adalah warna-warna Pekalongan dan Cirebonan. Saat ini Batik Jambi kembali ke warna aslinya yang cerah dan berkarakter khas.
Seiring berjalannya waktu, motif yang dipakai oleh para raja dan keluarganya saat ini tidak dilarang digunakan oleh rakyat biasa Motif Batik Jambi saat ini telah mengalami modifikasi atau pengembangan sesuai dengan selera pasar.
Sebagian besar pewarnaan batik Jambi diambil dari bahan-bahan alami yang ada di alam sekitar Jambi, yaitu campuran dari aneka ragam kayu dan tumbuh-tumbuhan, seperti getah kayu lambato, buah kayu bulian, daun pandan, kayu tinggi, kayu sepang, dan lain sebagainya.
Pemberian nama pada motif batik Jambi, diberikan pada setiap satu bentuk motif, seperti Batang Hari, Bungo Pauh, Duren Pecah, Kapal Sanggat, Merak Ngeram, Tampok Manggis, Candi Muara Jambi, Kaca Piring, Puncung Rebung, Angso Duo Bersayap, dan lain sebagainya
#pesonaindonesia
#pesonajambi
#batikjambi
Source: m.youtube.com/watch?v=NFNBzsqpsLU&feature=youtu.be
Jumat, 05 Agustus 2016
SUKU ANAK DALAM
Wisata kito kali ini adalah
Nama : Suku Anak Dalam
Lokasi : Taman Nasional Bukit Duabelas, Pauh Lubuk Jering, Pematang Kabau, Kab Sarolangun
Provinsi : Jambi
Negara : Indonesia
_________________________________________________________________________________
Taman Nasional Bukit Dua Belas merupakan taman nasional yang diresmikan pemerintah. Area seluas 60.500 hektar ini merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis dataran rendah di Provinsi Jambi dan merupakan habitat dari satwa langka dan dilindungi seperti siamang, beruk, macan dahan,kancil, beruang madu, kijang, meong congkok, lutra Sumatera, ajag, kelinci Sumatera, elang ular bido, dan lain-lain.
Terdapat kurang lebih 120 jenis tumbuhan termasuk cendawan yang biasa dipakai sebagai tumbuhan obat. Masyarakat asli suku Anak Dalam atau juga dikenal sebagai orang rimba telah mendiami hutan Taman Nasional Bukit Duabelas selama puluhan tahun.Bagi Suku Anak Dalam, Taman Nasional Bukit Duabelas sebagai daerah pengembaraan; dimana mereka berinteraksi dengan alam, saling memberi, saling memelihara dan saling menghidupi. Suku Anak Dalam melakukan kegiatan berburu babi, mencari ikan, mencari madu, dan menyadap karet untuk dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.
Taman Nasional Bukit Duabelas bisa menjadi alternatif wisata yang menarik dimana kita tidak hanya menikmati keindahan hutan dan keragaman satwa, namun juga bisa dekat dengan Suku Anak Dalam dan mengetahui bagaimana cara mereka bertahan hidup lengkap dengan kebudayaan dan kepercayaan yang mereka anut. Pengelola taman nasional ini menyarankan bahwa pada bulan Juni s/d Oktober setiap tahunnya merupakan waktu kunjungan terbaik. Sedangkan untuk mencapai tempat ini anda bisa menggunakan bis dari Jambi ke Pauh yang memakan waktu sekitar 3 jam, dari Pauh dilanjutkan carter kendaraan ke Lubuk Jering dan Pematang Kabau sekitar 2 jam.
#pesonajambi
#pesonajambisarolangun
#sukuanakdalam
Source: https://www.instagram.com/p/BIi6mzEg0V6/
Langganan:
Komentar (Atom)

